
Padang - ADA yang berbeda di Pasar Raya Padang sejak beberapa waktu belakangan ini. Tepat di bekas gedung Matahari Departemen Store, berdiri megah gedung Fase VII. Kelirnya terang. Bangunannya megah.
Berdiri gagahnya gedung Fase VII ini menjawab suramnya wajah Pasar Raya Padang sejak dilanda gempa besar di tahun 2009 silam. Gedung Matahari Departemen Store yang dulunya sempat menjadi tempat primadona belanja oleh pengunjung, rusak akibat kerasnya gempa. Praktis sejak itu, pedagang yang berada di bawahnya merasa takut dan was-was untuk berjualan.
Tidak nyamannya pedagang berjualan, membuat mereka harus keluar dari gedung yang telah rusak itu. Mereka mencari tempat yang mungkin bisa dijadikan untuk berjualan, meski harus di pinggir jalan Pasar Raya sekalipun. Akibatnya, Pasar Raya pun jadi semrawut, lebih 14 tahun lamanya.
Mendapati kondisi demikian, Pemerintah Kota Padang mencari cara agar pedagang tidak lagi berjualan di sembarang tempat. Beruntung ketika itu, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 107 miliar dikucurkan untuk pembangunan Fase VII. Sejak itu, pembangunan Fase VII dimulai pada 20 September 2023.
Setahun setelahnya, Fase VII rampung dikerjakan dan diserahkan Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Sumatera Barat kepada Pemko Padang. Pasar modern bertipe A dengan konsep bangunan ramah lingkungan atau green building itu siap memanjakan pedagang dan pembeli. Apalagi bangunan empat lantai ini dilengkapi semi-basement, lantai dagang, dan fasilitas parkir yang mampu menampung 298 kendaraan roda dua dan 120 kendaraan roda empat.
Fase VII memang telah disiapkan sebagai pasar kering. Di sini tidak akan ditemui pedagang sayur, buah, ikan dan sebagainya. Praktis gedung tersebut akan terjaga kebersihan dan keindahannya.
Bangunan Fase VII pun memang disiapkan untuk ratusan pedagang yang selama ini berjualan di bekas Matahari Departemen Store. Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Syahendri Barkah telah menegaskan bahwa pihaknya menyiapkan lokasi khusus bagi pedagang kering di semi-basement gedung dengan kapasitas 620 PKL.
Soal bangunan, jangan ditanya lagi. Selain bersih dan nyaman, Fase VII berventilasi sehat. Di dalam gedung juga terdapat eskalator. Akses berjalan juga luas, parkir kendaraan lapang. Toilet pun memadai. Suasana di dalam serasa mengunjungi mall. Bisa disebut pasar serasa mall.
Setelah difungsikan, Fase VII ditempati pedagang. Pengunjung berdatangan. Saat ini, bagian basement sudah ditempati pedagang. Sekitar 90 persen tempat yang disediakan telah diisi. Sementara di petak toko sudah 60 persen terisi.
Pedagang di Fase VII tidak dipungut retribusi. Bebas retribusi diberlakukan selama masa hibah belum selesai.
Pada suatu kesempatan, Wali Kota Padang Fadly Amran mengajak para pedagang yang belum menempati petaknya untuk segera mengisi tempat yang sudah disediakan. Pedagang diajak untuk berjualan di dalam Fase VII. Menciptakan Pasar Raya yang rapi, terbit, bersih dan menjadi ikonik pusat belanja.
Lebaran sudah dekat. Tentunya warga wajib berpakaian serba baru. Agaknya, tanpa pakaian baru, "Barirayo" tidak afdhol rasanya. Jika sudah begitu, tentunya Fase VII merupakan tempat yang tepat untuk berbelanja. Segala kebutuhan lebaran, ada di sini. Datanglah.(**)
0 komentar:
Posting Komentar