Payakumbuh, SUMATERALINE - Pemerintahan yang bersih, maju, sehat dan sejahtera, akan diwujudkan oleh pasangan kepala daerah Zulmaeta dan Elzadaswarman dalam memimpin Kota Payakumbuh lima tahun kedepan. Selain itu juga pemerintahan yang responsif, sehingga akan berdampak langsung kepada masyarakat. Palayanan juga menjadi prioritas dalam memberikan kenyamanan untuk warga kota.

Walikota Payakumbuh Zulmaeta, juga menegaskan komitmennya, dalam mewujudkan pemerintahan yang responsif dan berdampak langsung bagi masyarakat melalui program 100 hari kerja. Program ini menjadi langkah awal dalam mengimplementasikan agenda strategis yang telah ditetapkan, dengan fokus utama pada peningkatan pelayanan publik, pengendalian inflasi, serta penurunan angka kemiskinan dan stunting.

“Sejak awal kami dilantik, saya ingin memastikan bahwa masyarakat merasakan manfaat nyata dari pemerintahan ini. Program 100 hari kerja ini kami susun dengan cermat agar dampaknya bisa langsung dirasakan. Terutama dalam hal pelayanan publik, pengendalian inflasi dan pengentasan kemiskinan,” ujar Wako Zulmaeta, kepada wartawan, beberapa waktu lalu usai resmi dilantik Presiden RI, Prabowo Subianto.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan langsung kepada masyarakat, Pemko Payakumbuh meluncurkan berbagai program inovatif yang menjadi prioritas Zulmaeta dan Elzadaswarman, diantaranya adalah Sahabat Adnaan. Program ini bertujuan untuk mempermudah pasien dengan penyakit kronis dalam memperoleh obat, termasuk pengantaran langsung ke rumah. Selain itu, akan dilakukan penataan kawasan parkir dan sistem antrean di RSUD Dr. Adnaan WD.

Selanjutnya ada program Wali Kota Melayani – Sebagai seorang dokter spesialis, Zulmaeta akan secara langsung melayani pasien di rumah sakit pada jadwal yang telah ditentukan. Juga ada Lapor Dok Wako – Layanan pengaduan dan keluhan masyarakat yang tersedia secara offline dan online di Mal Pelayanan Publik Kota Payakumbuh. Klinik Cegak Basamo – Layanan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat dan donor darah yang akan diselenggarakan di Mal Pelayanan Publik.

Dibidang pendidikan ada Digitalisasi Sekolah – Pemerintah akan memperluas jaringan internet ke seluruh sekolah serta menerapkan konsep sekolah digital. Ada juga program Kota Berseri – Program kebersihan kota dan sekolah, termasuk pembuatan eco brick dan eco enzym di tingkat sekolah untuk mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan.



Payakumbuh Cerdas – Meningkatkan layanan pendidikan melalui pemberian insentif guru TPA, beasiswa pendidikan, serta penggantian kepala sekolah yang pensiun dan belum terisi. Selain itu, akan dilakukan peluncuran sekolah digital bagi sekolah yang sudah menjadi kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG).

Pengendalian 5 Titik Rawan Banjir – Pemerintah akan melakukan pemeliharaan dan pembersihan sedimentasi pada saluran drainase serta gotong royong pembersihan sungai di kawasan rawan banjir. Taman Digital Kecamatan – Penyediaan layanan internet di taman-taman digital yang akan disebar di lima kecamatan. Pembangunan Gerbang Kota – Gerbang kota akan dibangun di Kelurahan Balai Panjang, berbatasan dengan Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota.

Selanjutnya, dalam upaya menekan inflasi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Zulmaeta dan Elzadaswarman menyiapkan beberapa langkah konkret, diantaranya Pembenahan Irigasi – Optimalisasi daerah irigasi guna meningkatkan produksi pertanian dengan pemeliharaan dan pembersihan saluran irigasi di berbagai lokasi.

Penataan Kawasan Pusat Kota – Meliputi perbaikan infrastruktur di kawasan strategis seperti Simpang Tugu Adipura, Simpang Ngalau, Kubu Gadang, serta sepanjang Jalan Sudirman dan Soekarno Hatta. Pembenahan Kawasan Pasar – Peningkatan kebersihan dan pengelolaan parkir yang lebih nyaman di kawasan pasar. Tahan Tani – Pemanfaatan lahan kosong dan pekarangan melalui bantuan bibit komoditas palawija untuk mendukung ketahanan pangan dan pengendalian inflasi.

Dalam penyusunan dan pelaksanaan program 100 hari kerja ini, Zulmaeta menekankan pentingnya efisiensi anggaran. Sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 dan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 29 Tahun 2025, pemerintah daerah akan melakukan penghematan belanja agar anggaran yang tersedia dapat digunakan secara lebih produktif.

Selain itu, Wako Zulmaeta menegaskan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan sinergi antara berbagai pihak, termasuk DPRD, masyarakat, akademisi, pelaku usaha, serta komunitas sosial. Pemerintah juga mengajak semua elemen masyarakat untuk berkontribusi dalam pembangunan dengan memberikan masukan dan saran yang konstruktif. “Kemajuan Payakumbuh bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat. Saya mengajak semua pihak untuk bergandengan tangan dalam membangun Payakumbuh yang lebih maju dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Dengan berbagai langkah strategis ini, diharapkan program 100 hari kerja di bawah kepemimpinan Zulmaeta dan Elzadaswarman dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta memperkuat daya saing Kota Payakumbuh. (*)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top